6 Cara Menegur Anak yang Baik dan Benar

cara nebegur anak

Cara Menegur Anak yang Baik dan Benar – Terkadang ada saja perilaku anak yang membuat kita jengkel, selalu mengulangi hal-hal yang kita larang.

Ketika cara melarang kita salah, justru anak akan semakin menantang balik dan akan mengulangi kegiatan itu terus menerus.

Lebih parahnya, apa yang Anda perbuat saat ini akan mempengaruhi sifat anak kelak ketika dia tumbuh dewasa.

Jika sudah begitu, berarti ada yang salah dari cara kita melarang anak. Cobalah beberapa cara menegur anak yang baik dan benar di bawah ini yang bisa Anda terapkan.

Cara Menegur Anak dengan Baik dan Benar

Berikut beberapa cara menegur anak dengan baik yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Marah Dalam Batas Wajar

Marah itu sangat wajar ketika perilaku anak sangat menjengkelkan, tapi kita harus tetap mengendalikan emosi jangan sampai marah itu berlebihan, apalagi sampai memukul anak.

Ada beberapa dampak negatif yang akan anak alami jika orang tua suka memukul, seperti:

  • Perkembangan kognitif anak terganggu
  • Anak akan menjadi agresif
  • Perkembangan emosional anak menjadi terganggu
  • Menciptakan memori buruk pada anak

Begitu berbahaya bukan?

2. Jangan Menjudge Anak

Cara menegur anak selanjutnya adalah dengan tidak menjudge-nya.

Kalau menegur anak, jangan sampai ditambah bumbu yang lain, yang terkesan menjudge anak.

Contohnya, “Stop!” jangan diteruskan dengan kata “Dasar kamu anak nakal!”.

Kalau seperti itu, Anda sama saja mendorong anak menjadi anak nakal. Pernahkah Anda mendengar ungkapan bahwa ucapan itu doa?

Berilah pemahaman atau penjelasan yang baik pada anak, sehingga mereka mengerti bahwa aktivitas yang dilarang tersebut akan merugikan dia.

Dengan pemahaman yang baik, anak akan mencerna nasehat Anda dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Tentunya diberi penjelasan dengan bahasa yang lembut dan mudah dimengerti anak.

3. Menegur Anak Disaat yang Tepat

Ketika anak melakukan kesalahan, terutama saat bermain bersama teman-temannya, jangan langsung menegur anak di tempat.

Cara menegur yang seperti itu malah akan membuat anak malu dengan teman-temannya.

Cobalah tegur disaat yang tepat ketika sudah tak ada temannya, atau ketika sudah di rumah.

Kalau memang terpaksa harus menegur di tempat karena memang sudah melewati batas, gunakanlah kata yang lembut dan tidak meneriakinya.

Selain itu, cobalah cari waktu yang tepat dimana kondisi anak sedang dalam keadaan tenang. Biasanya pada saat tersebut, anak akan lebih mudah mencerna dan menerima teguran atau masukan dari Anda.

Dengan begitu anak akan belajar sesuatu dari Anda, di kemudian hari ketika ia tumbuh dewasa, anak akan berlaku sama seperti Anda, menegur orang tidak di tengah keramaian dan pada kondisi yang tepat.

4. Jangan Mengungkit Kesalahan

Anak itu sangat mudah meniru apa yang ia lihat di sekitarnya, termasuk perlakuan Orang tua terhadapnya.

Kalau anak berbuat salah, tegur dengan cara fokus pada satu masalah itu saja, jangan mengungkit kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya atau melebar kemana-mana.

Jika Anda terbiasa memarahi anak dengan selalu mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu. kemungkinan besar pada saat ia tumbuh dewasa, ia pun akan bersikap sama seperti Anda. Hal tersebut tentunya tidak bagus untuk anak.

Disamping itu, dengan selalu mengungkit kesalahannya di masa lalu, itu menandakan bahwa Anda tidak memaafkan sepenuhnya dan masih menyimpan rasa jengkel.

5. Jadilah Orang Tua yang Sabar

Jadilah orang tua yang sabar dengan banyak pemakluman. Kalau anak sering berbuat salah rasanya itu hal yang wajar, namanya juga anak-anak.

Jangan sampai Anda jadi Orang tua yang pemarah, sedikit-sedikit anak berbuat salah langsung Anda marahi.

Selain itu tidak bagus buat mental anak, menjadi seorang yang pemarah juga tidak bagus untuk kesehatan Anda. Bisa meningkatkan tensi darah!

Sebenarnya emosi atau merasa kesal sebagai Orang Tua itu wajar, tetapi jangan sampai emosi Anda membuat Anda bertindak secara tidak wajar!

Cobalah pertimbangkan mana perbuatan anak yang sudah kelewat batas dan masih dalam taraf kewajaran, kemudian bertindaklah secara bijaksana.

Karena biar bagaimanapun, anak harus melakukan kesalahan agar dia bisa berbuat benar dikemudian hari, dan pada akhirnya dia tahu mana perbuatan yang baik dan yang buruk.

Tentunya hal tersebut juga harus selalu didukung oleh pemahaman dari Anda.

Intinya, jangan libatkan emosi Anda yang berlebihan dalam cara menegur anak.

6. Anda adalah Contoh

Cara menegur anak dengan benar yang terakhir adalah dengan mencontohkannya.

Ketika anak melakukan kesalahan, jangan langsung serta-merta memberondong anak dengan kata-kata omelan yang justru membuang tenaga Anda.

Benarkanlah kesalahannya dengan mencontohkan bagaimana yang benar dengan tindakan dan penjelasan yang mudah dimengerti.

Selain memberikan pemahaman yang baik, Anda juga perlu mencontohkan hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga anak akan mencontoh apa yang Anda lakukan.

Well, itulah beberapa cara menegur anak yang baik dan benar. Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat untuk Anda.

Artikel Terkait:

Tahukah Anda: Anak mengerti apa yang Anda ucapkan, bahkan ketika ia belum bisa berbicara.

You May Also Like

About the Author: Ardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *