Begini Cara Menyikapi Berita HOAX!

Diposting pada
cara menyikapi berita hoax

Cara menyikapi berita hoax – Belakangan ini marak sekali yang namanya berita HOAX alias kabar bohong.

Tentunya hal ini akan membuat kita resah sekaligus menjadi bingung, mana berita sungguhan dan mana yang palsu.

Bahkan seolah-olah kabar bohong ini hampir seperti fakta, karena dibungkus dengan kemasan yang sangat meyakinkan.

Parahnya lagi, kadang kabar yang belum teruji kebenarannya ini langsung dibagikan hingga menjadi viral, tanpa crosscheck dahulu kebenarannya.

Lalu timbul pertanyaan, ini apakah si pembuat konten HOAX terlalu jago memanipulasi berita sehingga kita tergoda untuk ngeshare karena kita anggap kebenaran, atau kitanya yang kurang teliti dengan terburu-buru main share?

Dampak Berita Hoax

Salah satu kejadian menarik belum lama ini terjadi di India, seperti dilansir detik.com (17/07/18), Mohammad Azam dan kedua orang temannya tewas setelah diserang oleh sekitar 2.000 orang karena dituduh sebagai penculik anak, padahal itu tidak benar adanya.

Ironisnya, lebih dari 20 orang di India telah menjadi korban main hakim sendiri akibat dituduh menjadi penculik selama dua bulan terakhir.

Kejadian di atas hanyalah satu cerita tentang dampak negatif berita hoax, sebenarnya masih banyak contoh berita hoax dan efek buruk lainnya yang mungkin tidak terekspos.

Tips Cara Menyikapi Berita Hoax

Berita Hoax ini bahaya sekali dampaknya, mungkin tak perlu disebutkan lagi Anda sudah pasti tahu apa saja bahaya berita bohong ini.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah membentengi diri dan orang disekitar kita agar bisa membedakan berita HOAX, serta tidak termakan isu yang beredar.

Berikut beberapa langkah sederhana cara menyikapi berita HOAX yang kerap kali beredar:

1. Jangan Langsung Dishare

Tips cara menyikapi berita HOAX yang pertama jangan langsung share berita.

Sebaiknya kita baca berulang, lalu pahami baik-baik pesan ataupun berita yang dikirim kepada Anda.

Jangan langsung reaktif dengan tersulut bacaan yang menguras emosi.

Malah sebaiknya Anda tidak perlu bereaksi sama sekali jika ada keraguan di diri Anda mengenai kebenaran berita tersebut.

Yang dimaksud bereaksi adalah langsung komen, share atau apapun yang bisa memperkeruh keadaan.

2. Telusuri Sumber Berita

Cara menyikapi berita HOAX selanjutnya telusuri sumber berita. Nah, ini paling penting.

Sebaiknya Anda menelusuri lebih jauh sumber darimana berita itu berasal.

Anda pasti tahu mana situs-situs kredible yang akurat dan terpercaya.

Portal berita besar bisa dibilang salah satu rujukan sumber yang dapat dipercaya, karena mereka memiliki badan hukum dan segala tulisan atau video yang dirilis bisa dipertanggung jawabkan secara hukum.

Tak dipungkiri, ada juga memang beberapa oknum yang mengambil sumber berita dari portal berita tersebut dan diberi bumbu racikan agar berita menjadi berubah makna dan sensasional.

Termasuk memotong bagian-bagian krusial hingga berita itu tidak utuh lagi.

Seperti dikutip langsung dari situs kompas.com:

“Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.”

“Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.”

3. Bandingkan Sumber Berita

Jika Anda menemukan beberapa sumber berita dengan topik sama namun maknanya berbeda, Anda bisa bandingkan situs atau sumber mana yang lebih terpercaya.

Kalau ada sedikit perbedaan tulisan atau cara penyampaian itu wajar, karena masing-masing penulis berita punya style tersendiri, asalkan tidak merubah makna yang disampaikan.

Kecuali kutipan seseorang, sebaiknya wajib tertulis apa adanya sesuai dengan yang ia ucapkan.

Tetapi itu juga harus melalui beberapa sensor, kalau memang ada kutipan yang tidak etis untuk ditulis, atau memang si narasumber tidak ingin ucapannya untuk dipublikasikan (off the record).

Anda bisa membaca dan pahami secara menyeluruh berbagai sumber tersebut.

Disinilah kebijaksanaan Anda sebagai pengguna medsos bertindak.

Kalau sudah memutuskan sebuah sumber valid untuk rujukan dan mengetahui kebenarannya, apakah itu layak dibagikan atau tidak.

Apakah dengan Anda membagikan berita tersebut akan melukai suatu pihak atau tidak, apakah dengan membagikan berita tersebut akan membawa kebaikan kepada orang banyak atau tidak.

Anda juga harus memahami isi berita tersebut dengan baik, apakah berita itu bersifat opini atau fakta.

Fakta adalah berita yang disajikan berdasarkan kesaksian dan bukti, sedangkan opini adalah pendapat dan kesan penulis berita sehingga mempunyai kecenderungan subyektif.

4. Cek Keaslian Foto atau Video

Cara menyikapi berita HOAX terakhir, cek keaslian foto atau video.

Ciri-ciri berita HOAX adalah menampilkan foto atau video sebagai penguat suatu berita, walaupun tidak semuanya menggunakan gambar sebagai pelengkap.

Disini Anda harus benar-benar cermat membedakan mana yang asli dan mana yang editan.

Untuk cek keaslian gambar, Anda bisa coba fitur drop and drag di Google Images search, nanti Anda akan menemukan gambar serupa.

Nah, tinggal periksa kecocokan apakah gambar tersebut aktual, atau memang gambar lama yang direcycle.

Larangan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Dengan membuat dan menyebarkan berita bohong, tentu saja bertentangan dengan undang-undang dan bisa dikenakan ancaman hukuman penjara.

Bunyi pasal 28 UU ITE serta ancamannya:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik,” ketentuan ayat 1 pasal 28 UU ITE.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” bunyi ayat 2 pasal 28 UU ITE.

“Pasal 45 atau 2 UU ITE berbunyi setiap orang yang memenuhi unsur yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 atau ayat 2 maka dipidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.”

Hati-hati ya jangan sampai kita ikut menyebarkan berita HOAX, karena ancaman hukumannya tidak main-main SANGAT MENGERIKAN!

Baca juga:

OK, semoga tips cara menyikapi berita HOAX di atas dapat bermanfaat untuk Anda.

Semoga kita bisa lebih bijaksana menggunakan media sosial dan bisa lebih teliti dalam menyaring berita fakta atau bohong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *