Perkembangan Alat Musik Tiup Tradisional Hingga Modern

Diposting pada
alat musik tiup

Perkembangan Alat Musik Tiup – Musik merupakan irama yang dapat dengan mudah mempengaruhi suasana hati seseorang yang mendengarkannya.

Terutama jika harmoni yang dihasilkan saling beradu-padu dengan tepat. Sehingga suasana hati yang tadinya gusar menjadi riang dengan hentakan musik enegik.

Sebaliknya, suasana hati yang pada awalnya biasa saja tetapi setelah mendengar musik sendu maka mood kita akan sendu jua.

Begitulah musik dapat dengan mudah menjadikan kita terlarut didalam setiap ritme-nya.

Ada banyak jenis musik yang biasa kita dengarkan setiap harinya.

Jenis-jenis musik tersebut juga dihasilkan dari beragam alat musik yang memiliki fungsi dan mengeluarkan nada khas masing-masing, yang bila dikombinasikan dengan pas dapat menghasilkan satu alunan musik yang serasi.

Salah satu jenis alat musik yang sering kita jumpai adalah alat musik tiup. Alat musik tersebut identik dengan nada yang mendayu.

Instrumen tiup ini kerap kali digunakan untuk melengkapi sebuah musik dan menjadi nada dasar, karena jangkauan nada yang panjang, bahkan bisa mencapai oktaf diatas rata-rata (3 oktaf), tergantung besar kecilnya tekanan nafas yang diberikan.

Keistimewaan alat musik ini juga bisa mengimbangi penyanyi dengan suara ringan atau berat bahkan suara melengking sekalipun.

Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Tiup

Pada abad 38 sebelum masehi, irama yang pertama kali dikenal umat manusia  merupakan sebuah siulan yang berkembang menjadi sebuah siulan musik yang kemudian melahirkan perkakas musik lainnya.

Ketika siulan yang dihasilkan seseorang hanya bertahan beberapa menit saja, muncul ide untuk menggunakan kulit kerang atau bambu sebagai alternatif.

Alat musik tiup sendiri merupakan cikal bakal terbentuknya alat musik lainnya.

Instrument kuno berupa seruling yang pertama kali ditemukan berusia 40.000 tahun lalu pada masa manusia purba jenis Neanderthal yang berasal dari zaman pleistosen.

Bukti kuat berupa penemuan seruling didaratan Eropa yang terbuat dari tulang hewan.

Peradaban manusia purba Neanderthal diyakini sebagai manusia yang pertamakali memainkan seruling merujuk pada masa hidup manusia jenis Neanderthal yang sangat tua.

Adapun menurut zamannya Jenis musik tiup dibedakan menjadi 2 yaitu tradisional dan modern.

Beberapa alat musik tiup modern diantaranya yang paling tidak asing adalah klarinet, terompet, saksofon, flute, trombone, harmonica, dan tuba.

Alat musik modern biasanya terbuat dari logam dan baja yang ditemukan dan dikembangkan oleh peradaban manusia modern.

Berbeda dengan modern yang cenderung bermaterialkan logam, instrument tradisional justru terbuat dari kayu atau bambu seperti seruling dan yang paling kuno biasa menggunakan tulang hewan, dan tanah liat.

Tergantung juga lokasi alat musik tersebut berasal misalnya daerah pesisir pantai biasanya masyarakat pesisir menggunakan kulit kerang atau terumbu karang yang mudah dijumpai.

Baca Juga: Perbedaan Senar Gitar String dan Nylon

Masa Kejayaan

Pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan di semenanjung Balkan pada abad 18, alat musik tiup biasanya digunakan sebagai sebuah penanda atau sambutan kepada raja, penyambutan tamu agung, musik pengiring upacara dan symbol untuk memulai sebuah peperangan.

Pada era modern seperti  saat inipun masih diterapkan pada acara-acara formal seperti seremoni kenegaraan dan pembukaan acara formal lainnya.

Kerajaan inggris sampai saat ini masih menggunkan terompet sebagai penanda dimulainya suatu acara atau penyambutan tamu penting.

Dalam dunia pendidikan, kerap kali intrumen tiup ini digunakan dalam mata pelajaran seni musik. Bahkan kerap kali digunakan sebagai pengiring lagu kebangsaan atau lagu nasional dalam upacara bendera.

Instrumen yang biasa digunakan oleh para pelajaran ini adalah suling dan pianika.

Baca Juga: Manfaat Mendengarkan Musik

Peranan alat musik tiup juga tidak lepas pada sebuah pertunjukan Mahakarya orchestra symphony dari masa classic hingga kontemporer bahkan merupakan intrumen pokok yang wajib digunakan.

Jenis yang biasa digunakan orchestra symphony adalah flute, oboe, clarinet, horn dan bassoon.

Baca Juga: Cara Memilih Gitar Akustik

Biasanya bunyian alat tiup dikumandangkan pertama kali kemudian disusul alat musik gesek atau string.

Baca Juga: Band Ska Terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *